Iklan

Banawa Sekar Penanda Dibukanya Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Di Karangasem

BaliKini News
Kamis, 02 Februari 2023 | 19:56 WIB Last Updated 2023-02-02T12:56:35Z
 

BALIKINI NEWS | KARANGASEM — Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 di Kabupaten Karangasem secara resmi dibuka Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan tema “Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani” pada, Kamis (2/2/2023) di Aula Sanggar Kegiatan Belajar Jasri Karangasem yang dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Wayan Swastika, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, Plt Bendesa Madya MDA Kabupaten Karangasem, Para Kepala Perangkat Daerah, Ketua Listibiya, Ketua Widyasaba dan juga para Para Camat se Kabupaten Karangasem. Dimana pelaksanaannya dijalankan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Bulan Bahasa Bali mengambil Tema “Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani” yang diusung dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 diharapkan dipahami masyarakat Bali untuk melestarikan laut (Segara) sebagai awal dan akhir dari kehidupan sesuai dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Karangasem beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama/warga Karangasem yang sejahtera dan bahagia, Niskala-Sakala.

Bupati Karangasem  I Gede Dana dalam sambutannya berharap Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 dapat dijalankan dengan baik oleh seluruh elemen sebagai sarana untuk membumikan Bahasa Bali menjadi pedoman, dan panduan masyarakat untuk menjalankan kehidupan, salah satunya menjaga kelestarian laut sebagai sumber penghidupan. Demikian disampaikan saat membuka pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V secara resmi ditandai dengan meletakkan perahu bunga atau Banawa Sekar.

Bupati I Gede Dana mengajak masyarakat untuk melestarikan Aksara Bahasa, dan Sastra Bali sebagai warisan leluhur untuk menuju kehidupan yang sejahtera. Untuk itu, diminta agar pelaksanaan Bulan Bahasa Bali berjalan dengan tertib pada semua komponen baik di desa Adat, Desa Dinas, maupun yang dilaksanakan pada Lembaga Pendidikan dari SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Karangasem. 

Pihaknya juga mengajak seluruh Karama Bali yang ada di Kabupaten Karangasem untuk melestarikan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali. Karena teknologi digital yang berkembang pesat saat ini agar tidak mematikan kearifan lokal di Bali. Justru diharapkan agar kearifan lokal kita digunakan untuk memperkuat kehidupan kita dimasa masa yang akan datang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, I Wayan Astika melaporkan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 ini berlangsung dari tanggal 2 – 28 Februari 2023 dengan melaksanakan acara, Utsawa (Festival) berupa Nyurat Lontar oleh siswa SMP, Ngewacen Lontar SMA/SMK serta serta mengetik Aksara Bali pada Laptop oleh Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Karangasem. Wimbakara (lomba) yang terdiri dari Menulis Huruf Bali anak anak SD, Kemudian Nyurat Lontar anak anak SMP, Membaca Lontar remaja umur 18 -28 tahun. Juga dilaksanakan Lomba Debat anak anak SMA/SMK se Kabupaten Karangasem. 

Pada acara tersebut juga ditampilkan panggung apresiasi sastra berupa pembacaan Puisi Bali modern dan Sasolahan Genjek. Konservasi Lontar yang bertujuan untuk melestarikan lontar-lontar milik Krama Bali oleh para Penyuluh Bahasa Bali. Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama sebagai penghargaan utama bagi tokoh yang berjasa di bidang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, kali ini akan diberikan kepada dua orang tokoh saat penutupan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 tidak hanya dilaksanakan di tingkat Kabupaten, namun juga terselenggara di tingkat Desa/ Kelurahan, Desa adat termasuk pada lembaga pendidikan, se Kabupaten Karangasem sesuai dengan agenda yang telah direncanakan  masing masing. Kegiatan lomba baik di Kabupaten maupun di Desa/Kelurahan, desa adat dan lembaga pendidikan akan dibantu oleh para Penyuluh Bahasa Bali yang berjumlah 78 orang dan sekaligus membantu membumikan Bulan Bahasa Bali di seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Karangasem. 

Pelestarian dan penumbuhan pemahaman terhadap aksara, sastra, dan bahasa Bali merupakan upaya penguatan generasi masa depan yang kokoh akan budaya Bali di tengah tantangan zaman. Di masa depan kita harus mempunyai lapisan generasi yang betul-betul kokoh budaya Balinya, membangun dan menjaga peradabannya. Kalau itu sudah dibangun maka Bali ini akan kokoh sepanjang zaman untuk memasuki peradaban, menghadapi tantangan zaman, modernisasi di bidang teknologi dan digital. Guyubnya pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini diharapkan membumi di masyarakat desa adat di Kabupaten Karangasem. ( Ami)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Banawa Sekar Penanda Dibukanya Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Di Karangasem

Trending Now

Iklan

iklan